Sukses Sea Games XXVI, Modal Menuju London 2012

Fantastis! Kata inilah menggambarkan acara pembukaan dan penutupan
Sea Games XXVI yang berlangsung di stadion Jakabaring, kota Palembang. Pesta kembang api yang kabarnya didatangkan dari luar negeri, membelah langit. Membuat langit malam Palembang tampak indah. Belum lagi dengan kehadiran para penyanyi bintang atas di negeri ini, mampu menyihir para atlet, official, para undangan dan seluruh penonton yang memadati arena.
Jauh sebelum berlangsungnya Sea Games dari 11 – 22 November 2011, pemerintah telah mencanangkan sukses pelaksanaan, sukses prestasi, dan sukses ekonomi kerakyatan. Dari segi pelaksanaan, meski ada kekurangan pada beberapa bagian, acara dua tahunan kali ini masih dikategorikan sukses, demikian pula dengan dua kategori lainnya.

Pemerintah menargetkan Indonesia harus menjadi juara umum, dengan perolehan medali emas diprediksi sekitar 150 keping. Bagi beberapa pihak, jumlah ini mustahil bisa diraih. Berkaca dari prestasi empat belas tahun ke belakang, Indonesia tidak pernah lagi menduduki posisi puncak dalam penyelenggaraan Sea Games. Dalam beberapa kesempatan, bukan hanya Thailand yang berhasil melampaui perolehan medali emas Indonesia. Terhitung Malaysia bahkan Vietnam tercatat pernah mengalahkan kita. Padahal sebelumnya, kita hanya bersaing dengan Thailand.

Namun, kekhawatiran beberapa pihak ternyata tidak beralasan. Sampai saat penutupan Sea Games dilangsungkan pada 22 November 2011, Indonesia berhasil mengumpulkan 182 emas, 151 perak dan 143 perunggu. Perolehan ini melesat jauh di atas Thailand yang menduduki peringkat kedua.

Prestasi ini tentu saja buah hasil keringat dan perjuangan semua pihak. Ketika medali emas dikalungkan di leher para atlet, tidak bisa diabaikan peran pelatih dan pengurus di sana. Bahkan, meski sedikit, peran para pendukung atau supporter ketika para atlet berjuang di lapangan juga ada di dalamnya. Teriakan para supporter dari tepi lapangan tentulah semakin membakar semangat mereka.

Melihat para atlet yang turun pada perhelatan se-Asia Tenggara ini, kita patut berhati-hati. Karena sebagian cabang olahraga masih saja mengandalkan atlet yang itu-itu saja dari tahun ke tahun. Masih kita temukan nama Taufik Hidayat pada cabang bulutangkis, Umar Syarif pada karate, Riesa Susanti pada sepeda gunung, dan lain sebagainya. Memang tidak sedikit, atlet muda yang sangat berprestasi, seperti pada cabang renang dan atletik. Sangat kita harapkan regenerasi yang baik pada setiap cabang olahraga.

Terlepas dari siapa atlet Indonesia yang turun pada Sea Games kali ini, kita patut berbangga dengan raihan juara umum ini. Prestasi ini layak kita rayakan. Namun jangan sampai membuat kita lupa diri. Pada Sea Games berikutnya yang akan berlangsung di Myanmar, prestasi ini harus kita pertahankan. Mempertahankan jauh lebih sulit daripada merebutnya. Karena selalu ada beban di sana, membuat atlet tidak maksimal melepas semua kekuatannya.

Tentu saja, kita juga tidak boleh hanya puas menjadi raja pada Sea Games. Sebelum berlangsung Sea Games XXVII pada tahun 2013, akan ada perhelatan olahraga terbesar di jagad ini, yaitu Olimpiade London 2012. Sepanjang keikut-sertaan Indonesia pada ajang olimpiade, tercatat hanya berhasil memperoleh medali dari tiga cabang olahraga, yaitu panahan, bulutangkis dan angkat berat. Bahkan hanya pada cabang bulutangkislah kita bisa memeroleh medali emas.

Ini tidak maksimal. Pesaing kita di Sea Games, yaitu Thailand, telah memeroleh medali emas olimpiade pada cabang olahraga yang selama ini kita anggap mustahil kita raih karena kalah postur dengan atlet dari barat. Jika Thailand bisa, kita tentu bisa. Karena struktur tubuh kita tidak jauh berbeda dengan negara Gajah tersebut.

Untuk meraih semua impian itu, semua pihak harus bekerja keras. Atlet berlatih dengan luar biasa tekun, induk organisasi harus menjaring atlet yang benar-benar berpotensi, memilihkan pelatih yang memiliki kualitas, menyediakan sarana dan prasarana atlet. Untuk memenuhi semua itu, tentu saja pemerintah harus mengeluarkan biaya yang tidak sedikit.

Menjaring atlet yang berpotensi tentu tidak mudah. Untungnya, akhir-akhir ini pemerintah telah memerhatikan para atlet yang berprestasi dengan jalan memberikan bonus. Bonus dalam bentuk rupiah memang bukan segalanya, tapi sangat dibutuhkan oleh para atlet. Dengan adanya bonus, para orang tua tentu sangat berhasrat menjadikan anaknya atlet, sejak mereka kecil. Dan para atlet, akan semakin berlomba-lomba untuk menghasilkan prestasi.

Akhirnya, momentum keberhasilan pada Sea Games XXVI bisa menjadi modal langkah menuju Olimpiade London 2012. Masih ada waktu menambal beberapa kekurangan yang ada. Jika ternyata gagal, bolehlah dibawa sebagai bekal menuju Sea Games XXVII di Myanmar.

Sampai jumpa di London. Juga Myanmar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s