penelitian kacang hijau

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Rumusan Masalah
 Apakah jenis tanah yang berbeda dapat mempengaruhi pertumbuhan kacang hijau?
 Apakah kacang hijau yang di tanam di tanah humus bisa lebih cepat tumbuh dari pada di tanah pasir?

1.2 Landasan Teori
Karena sebagai unsur hara yang terdapat di dalam tubuh terbakar menjadi gas, maka untuk mengetahuinya di lakukan pembakaran basah yaitu dengan melarutkannya ke dalam larutan asam keras yang jumlahnya diketahui.
Untuk Mengetahui unsur apa saja yang di perlukan oleh tubuh tumbuhan di lakukan kultur air(Hidroponik), karena unsur yang terdapat di dalam abu belum tentu di perlukan oleh tumbuhan.
Dari kultur air atau kultur pasir di ketahui bahwa tumbuhan memerlukan sejumlah unsur hara esensial. Tergantung kepada jumlah yang di perlukan, unsur itu di bagi menjadi unsure makro bila diperlukan dalam jumlah besar dan unsur mikro jika dibutuhkan dalam jumlah kecil.
Pada dasarnya unsur hara di dalam tubuh tumbuhan berfungsi sebagai penyusun tubuh, penyusun senyawa yang di perlukan pada metabolisme, activator enzim, maupun sebagai penyeimbang ion dalam tekanan osmatik pada sel.
1.3 Hipotesa
 Kacang hijau yang di tanam pada tanah humus akan lebih cepat tumbuh di bandingkan tanah pasir.
 Mungkin, Kacang hijau yang ditanam ditanah pasir tidak dapat dengan baik.

1.4 Tujuan
Untuk mengamati pengaruh tanah terhadap pertumbuhan kacang hijau.

1.5 Varibel
1. Varibel Terikat: – Kacang hijau ditanam ditanah humus dan tanah pasir.
2. Variabel Bebas: – Menyiram dengan air.
- Biji kacang hijau.
- Gelas akua.
3. Variabel Kontrol: – Cahaya.
- Oksigen.
- Suhu.

BAB II
ISI
2.1 Alat dan Bahan
Alat:
 Gelas akua.
 Penggaris
 Alat tulis.
 Benang.
 Paku.
Bahan:
 Biji kacang hijau.
 Air.
 Tanah humus.
 Tanah pasir.

2.2 Langkah Kerja
 Menyiapkan alat dan bahan terlebih dahulu.
 Memilih kacang hijau yang berbiji bulat sebanyak 10 buah.
 Menyiapkan gelas akua sebanyak 2 buah.
 Melubangi masing-masing gelas akua, kemudian memberi nomor 1 dan 2.
 Memasukan tanah humus ke dalam gelas akua nomor 1 .
 Memasukan tanah pasir ke dalam gelas akua nomor 2.
 Memasukan kacang hijau sebanyak 5 buah ke dalam masing-masing gelas akua.
 Menyiram masing-masing tanaman dengan air dan menaruhnya di tempat yang terkena sinar matahari.
 Mengukur batang kacang hijau yang telah tumbuh dengan benang dan penggaris.
 Mencatat hasi pengamatan ke dalam tabel pengamatan.

2.3 Hasil Pengamatan
 Tabel percobaan
Hari Jenis tanaman yang di tanam di tanah lempung (cm) Jenis tanaman yang di tanam di pasir (cm)
1 0 0
2 0,48 0,32
3 1,34 1,84
4 3,40 2,00
5 6,56 2,68
6 8,10 3,50
7 11,6 5,46

 Grafik percobaan

2.4 INTERPRETASI DATA
Tumbuhan yang tumbuh di tanah humus, batangnya lebih tinngi, tegak dan daunnya lebar, sedangkan tumbuhan yang tumbuh di pasir batangnya lebih pendek, dan daunnnya sedikit kecil. Sehingga jenis tanah dapat berpengaruh pada tingkat pertumbuhan tumbuhan tergantung pada tingkat kandungan nurtisi yang terdapat di dalamnya.

BAB III
PENUTUPAN

3.1 Kesimpulan
Kacang hijau yang ditanam di tanah humus lebih tumbuh dibandingkan kacang hijau yang ditanam di pasir. Karena pada tanah humus kaya akan nutrisi atau zat hara yang di perlukan oleh tumbuhan kacang hijau sedangkan dipasir tidak.

DAFTAR PUSTAKA
Yoyos1.wordperss.com/2010/02/24/kondisi-tanah/.
Sudjadi, bagod.2006.biologi sains dalam kehidupan 3a.jakarta:yudistira.
Soerodikoesoemo wibisono Prof.dr.ir.M.sc.,dkk.1993.materi pokok anatomidan fisiologi tumbuhan.jakarta:vt.

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s