Percobaan ingenhousz

Percobaan ingen housz

 Disusun oleh :
Kelompok 1
Ketua kelompok : Ahmad Faisal Romadhon
Anggota kelompok : Bayu Kartikasari
Iis Lisnawati
Sari Putri Anggraeni
Siti Robiah
Kelas XII IPA 1
SMA NEGERI 2 KARAWANG
TAHUN PELAJARAN 2011/2012
Jl. Manunggal VII palumbonsari karawang timur, telp. (0267) 400447 fax. (0267) 400447

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan kepada Allah SWT. Karena berkat rahmat dan hidayah-nya kami dapat menyelesaikan tugas praktikum dari mata pelajaran biologi dengan judul “Percobaan Ingenhousz.”
Makalah ini kami buat, bertujuan untuk membuktikan apakah benar bahwa cahaya, suhu dan CO2 dapat berpengaruh pada proses fotosintesis. Tak lupa kami ucapkan terimakasih kepada ibu Robiati yang telah membimbing kami dalam kegiatan praktikum ini, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah praktikum ini sekaligus sebagai guru dari mata pelajaran Biologi. Dan tak lupa juga kami ucapkan terimakasih kepada teman-teman yang telah banyak membantu kami dalam menyelesaikan makalah praktikum ini, serta memberikan saran dan krtik, apabila terdapat kesalahan dalam sistematika penulisan makalah.
Kami menyadari bahwa makalah praktikum ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu kami membutuhkan saran dan kritik dari pembaca agar makalah praktikum ini dapat menjadi lebih baik lagi. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi para pembaca.

Karawang, November 2011

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ii
DAFTAR ISI iii
BAB I : PENDAHULUAN
1.1 Rumusan masalah
1.2 Landasan teori
1.3 Hipotesa
1.4 Tujuan
1.5 Variabel
BAB II : ISI
2.1 Alat dan bahan
2.2 Langkah kerja
2.3 Hasil pengamatan
2.4 Interpretasi data
BAB III : PENUTUP
3.1 Kesimpulan
DAFTAR PUSTAKA

BAB I
PENDAHULUAN
Rumusan Masalah

Apakah suhu berpengaruh terhadap proses Fotosintesis pada tanaman Hydrilla ?
Apakah cahaya merupakan faktor penting dari tahap Fotosintesis ?
Faktor apa sajakah yang berpengaruh terhadap Fotosintesis?

Landasan Teori:

Tumbuhan bersifat autotrof. Autotrof artinya dapat mensintesis makanan langsung dari senyawa anorganik. Tumbuhan menggunakan karbon dioksida dan air untuk menghasilkan gula dan oksigen yang diperlukan sebagai makanannya. Selain bahan anorganik tersebut, cahaya matahari juga sangat berperan penting dalam proses fotosintesis, oleh sebab itu tumbuhan disebut juga sebagai organism fotoautotrof. Proses fotosintesis mengikuti persamaan reaksi sebagai berikut :
6H2O + 6CO2 + cahaya → C6H12O6 (glukosa) + 6O2
Pengaruh intensitas cahaya dan suhu terhadap laju fotosintesis dari tumbuhan air, Hydrilla sp. yang diamati dengan menggunakan mikroburet audus. Berdasarkan hasil pengamatan, terjadi perbedaan volume oksigen yang dihasilkan oleh Hydrilla sp. pada jarak sumber cahaya yang berbeda. Semakin dekat dengan sumber cahaya, akan semakin banyak jumlah oksigen yang dihasilkan. Hal tersebut dapat diamati dari semakin banyaknya gelembung-gelembung udara yang terbentuk pada pipa kapiler mikroburet audus. Gelembung-gelembung ini awalnya berukuran kecil, kemudian membesar ketika bergabung dengan gelembung lainnya. Jarak sumber cahaya yang lebih dekat dengan tanaman, mengindikasikan jumlah cahaya/intensitas cahaya yang diterima oleh tanaman akan semakin besar. Diasumsikan pada jarak sebesar 15 cm, intensitas cahayanya adalah 100. Nilai ini akan semakin menurun seiring dengan jarak sumber cahaya yang menjauh.
Tak hanya pengaruh intensitas cahaya, namun suhu air sebagai habitat hydrilla sp. Juga memiliki pengaruh yang cukup signifikan. Terlihat perbedaan yang cukup besar antara perlakuan 20°C dan 30°C, yakni pada suhu yang lebih tinggi laju fotosintesis menjadi meningkat dengan volume gelembung udara (O2) yang semakin membesar. Hasil demikian diperoleh karena enzim yang mengatur proses fotosintesis pada tumbuhan bekerja optimum pada suhu 30°C. Enzim-enzim ini mengkatalis reaksi fotosintesis agar berlangsung secara efisien dan efektif.
Selain faktor intensitas cahaya dan suhu, terdapat beberapa factor lain yang mendorong laju fotosintesis, yaitu : konsentrasi CO2, konsentrasi klorofil, air, aplikasi, dan titik kompensasi. Kenaikan konsentrasi CO2 sebesar 0,1% dan konsentrasi klorofil akan berpengaruh secara signifikan hingga mencapai 2 kali lipat laju fotosintesis semula. Air merupakan salah satu factor pembatas dalam laju fotosintesis, karena membukanya stomata daun untuk memperoleh CO2 akan berdampak bagi transpirasi air oleh tumbuhan. Apabila kondisi transpirasi ini berlebihan, maka akan sangat merugikan tumbuhan. Titik kompensasi yang terlalu kecil juga dapat menghambat fotosintesis untuk mencapai kondisi optimum. Jumlah CO2 yang dilepaskan selama proses respirasi terlalu besar, dan tidak seimbang denagn jumlah CO2 yang diserap untuk fotosintesis. Hal tersebut akan merugikan tumbuhan, karena cadangan makanan terbatas, namun respirasi dalam jumlah besar terus berlangsung.
Laju fotosintesis yang telah mencapai kapasitas maksimum, akan dibatasai oleh faktor pembatas. Faktor ini akan mencegah laju fotosintesis dari naik di atas tingkat tertentu, bahkan jika kondisi lainnya yang diperlukan untuk fotosintesis ditingkatkan. Setelah kondisi maksimum ini tercapai, laju fotosintesis akan kembali menurun akibat dari factor pembatas ini. Penurunan ini dapat terlihat dari belokan maupun patahan pada grafik. Terlihat dari grafik bahwa factor pembatas pada suhu 20°C ketika intensitas cahaya bernilai 36, dan menurun pada intensitas cahaya 100. Namun demikian, hasil percobaan ini dapat saja terpapar beberapa kesalahan sehingga hasil yang diperoleh kurang tepat. Seperti kesalahan praktikan ketika mengukur panjang gelembung, maupun ketidaktepatan sewaktu memasang alat yang memungkinkan O2 yang dihasilkan tidak seluruhnya masuk ke dalam mikroburet audus.
Hipotesa
Mungkin, suhu dapat berpengaruh terhadap proses Fotosintesis pada tanaman Hydrilla karena tanaman hanya akan hidup dalam suhu optimum yaitu sekitar 10-38°c.
Mungkin, cahaya merupakan faktor penting dari tahap Fotosintesis karena dengan bantuan cahaya akan menyebabkan Fotolisis air menjadi molekul H
+ dan O2 yang kemudian akan di proses ke dalam reaksi terang.
Suhu, Cahaya, dan CO2
Tujuan
Menyelidiki pengaruh cahaya, suhu dan CO2 pada Fotosintesis

1.5 Variabel
Variabel Terikat : – Hydrilla yang di taruh di tempat terang.
– Hydrilla yang di taruh di tempat terang dengan suhu 40℃.
– Hydrilla yang di taruh di tempat terang dengan suhu 10℃
– Hydrilla yang di taruh di tempat teduh.
– Hydrilla yang di taruh di tempat terang dengan penambahan larutan NaHCO3.
Variabel Bebas : – Memakai es batu
– Memakai air panas.
– Memakai larutan NaHCO3..
– Air.
– Ember.

Variabel Kontrol : – Cahaya
– Oksigen
– Suhu.

BAB II

ISI

2.1 Alat dan Bahan
Alat:
 gelas reaksi
 tabung reaksi
 corong
 kawat
 termometer
 tali raffia
 ember
 tempat sampah
 alat tulis
Bahan:
 hydrilla verticillata
 es batu
 air panas
 air
 NaHCO3

2.2 Langkah Kerja
menyiapkan alat dan bahan.
hydrilla dimasukkan ke dalam ember.
mengambil 3 buah hydrilla yang segar, kemudian ikat dengan tali rafia sebanyak 5 buah, lalu masukkan satu persatu hydrilla yang sudah diikat tersebut ke dalam corong yang terbalik, kemudian hubungkan corong tersebut ke dalam gelas reaksi ke 1, 2, 3, 4 dan 5 yang sudah diberi kawat pada setiap sisinya, jangan sampai kawat terlepas.
memasukkan air ke dalam gelas reaksi ke 1, 2, 3 4, dan 5 sampai terisi penuh, lalu menutup corong dengan tabung reaksi.
menyiapkan tempat sampah yang bersih kemudian isi dengan air hingga penuh.
Memasukkan tabung reaksi 1, 2, 3, 4 dan 5 tersebut ke dalam tempat sampah yang sudah terisi air, hingga tabung reaksi yang menutup corong tersebut terisi penuh dengan air.
Mengeluarkan tabung ke-1 dan menyimpannya di tempat terang.
Mengeluarkan tabung ke-2 dan menyimpannya di tempat teduh.
Mengeluarkan tabung ke-3, menyimpannya di tempat terang lalu memasukkan es batu kedalam tabung tersebut, kemudian mengukurnya dengan menngunakan termometer sampai suhunya 10℃ (jangan sampai es batu tersebut menyentuh ujung termometer).
Mengeluarkan tabung ke 4, menyimpannya ditempat terang lalu menambahkan tambah NaHCO3 sebanyak 4 sendok .
Mengeluarkan tabung ke 5 menyimpannya ditempat terang lalu menambahkan air panas ke dalam gelas reaksi tersebut, kemudian mengukurnya dengan menggunakan termometer sampai suhunya 40℃
Mencatat hasil dari pengamatan tersebut ke dalam tebel pengamatan

2.3 Hasil Pengamatan

Tabel percobaan

No Perlakuan Gelembung Gas
I Hydrilla + air tempat terang
+++
II Hydrilla + air tempat teduh
+
III Hydrilla + air + 10 °C tempat terang
_
IV Hydrilla + air + NaHCO3 tempat terang
++++
V Hydrilla + air + 40 ℃ tempat terang
++

Keterangan : – = tidak ada
+ = sedikit
++ = sedang
+++ = banyak
+++++ = banyak sekali

BAB III
PENUTUPAN

3.1 Kesimpulan
Suhu sangat mempengaruhi proses fotosintesis pada tanaman hydrilla tersebut , karena jika suhu terlalu dingin atau rendah proses fotosintesis tidak akan berlangsung. Cahaya juga berpengaruh dalam proses fotosintesis, karena tanpa bantuan cahaya tanaman tidak dapat melakukan proses fotosintesis secara maksimal, cahaya sendiri mempunyai fungsi untuk memfotolisis air menjadi molekul h+ dan o2 yang kemudian akan diproses dalam reaksi terang. jadi, factor-faktor yang mepengaruhi proses fotosistesis adalah suhu, cahaya dan co2.

DAFTAR PUSTAKA

http://arcturusarancione.wordpress.com/2010/06/28/pengaruh-intensitas-cahaya-dan-suhu-terhadap-laju-fotosintesis/

en.wikipedia.org/wiki/Photosynthesis.html
http://www.tutorvista.com/content/biology/…/factors-affecting-photosynthesis.php
http://www.neiljohan.com/projects/biology/rate-of-photosynthesis.htm

One thought on “Percobaan ingenhousz

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s